Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan harga energi juga berpotensi mengubah prospek inflasi AS dan mendorong kenaikan suku bunga Federal Reserve, yang cenderung menekan permintaan terhadap aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti logam.

Risalah rapat bank sentral pada Juni menunjukkan beberapa pejabat menyatakan adanya alasan untuk pengetatan moneter lebih lanjut, meski suku bunga tetap dipertahankan.

“Risiko pengetatan kebijakan moneter AS dan penguatan dolar AS tidak membantu,” kata para analis di Bank of America Corp dalam catatannya. “Pasokan yang terbatas dan permintaan yang tangguh akibat elektrifikasi ekonomi global pada akhirnya akan mendukung harga tembaga.”

Harga tembaga naik 1,2% menjadi US$13.324,50 per metrik ton di London Metal Exchange pada pukul 14.12 waktu Singapura. Seng naik 1,4% dan aluminium naik 0,4%.

(bbn)

No more pages