Logo Bloomberg Technoz

ESDM: Permintaan Mineral Kritis Bakal Terus Naik hingga 2040

Sabrina Mulia Rhamadanty
18 June 2026 10:20

Batu yang mengandung kristal di lokasi mineral tanah jarang Tanbreez./Bloomberg-Carsten Snejbjerg
Batu yang mengandung kristal di lokasi mineral tanah jarang Tanbreez./Bloomberg-Carsten Snejbjerg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Cecep Mochammad Yasin menyebut permintaan dunia terhadap mineral kritis akan terus meroket secara tajam hingga 2040.

Cecep menegaskan peningkatan ini didukung adanya pergeseran struktural yang masif dalam konsumsi energi global ke arah energi baru terbarukan (EBT).

Permintaan dunia terhadap mineral kritis seperti litium, kobalt, grafit, tembaga, dan unsur tanah jarang atau rare earth elements (REE) diproyeksikan terus bertumbuh karena unsur-unsur ini menjadi bahan dasar dari produk-produk EBT.


“Tren global menunjukkan adanya perubahan struktur kebutuhan energi dunia. Permintaan terhadap mineral kritis diproyeksikan terus meningkat hingga 2040 untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik, baterai, energi terbarukan, dan jaringan listrik modern,” jelas Cecep dalam agenda diskusi publik Indef, Rabu (17/6/2026).

Negara-negara yang memproduksi mineral kritis. (Sumber: Bloomberg)

Menurut Cecep, penguasaan mineral kritis akan menjadi penentu utama daya saing ekonomi sebuah negara di masa depan. Namun, ia mengingatkan bahwa status sebagai pemilik cadangan alam saja tidak lagi cukup.