Logo Bloomberg Technoz

“Saya rasa mereka bisa memproduksinya dengan cukup cepat,” kata Trump. “Mereka memiliki kemampuan yang hebat dalam memproduksi senjata.”

Jika Trump benar-benar mewujudkan rencana ini, hal tersebut akan menjadi kemenangan besar bagi Zelenskyy—sekaligus membalikkan dinamika hubungan keduanya. Padahal baru setahun lalu, Trump sempat menyemprot pemimpin Ukraina itu dengan menudingnya tidak tahu terima kasih saat keduanya berdebat sengit di Ruang Oval Gedung Putih.

“Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa,” puji Trump kini terhadap Zelenskyy.

Dalam beberapa waktu terakhir, Zelenskyy dinilai semakin piawai membangun komunikasi dengan Trump dengan menyesuaikan permintaannya serta menghindari konfrontasi di depan kamera. Tambahan rudal Patriot menjadi permintaan utamanya dalam beberapa hari terakhir karena dinilai sangat mendesak. Kyiv bahkan tidak mampu mencegat satu pun rudal balistik berkecepatan tinggi Rusia dalam serangan awal pekan ini, yang memperlihatkan semakin menipisnya persediaan sistem pertahanan udara Ukraina.

"Ini adalah ide yang sangat bagus," kata Zelenskyy mengenai rencana memproduksi Patriot di Ukraina. "Kami membutuhkannya."

Pertemuan Trump dan Zelenskyy berlangsung ketika para pemimpin Eropa berupaya mengalihkan kembali perhatian Trump terhadap perang Rusia-Ukraina dengan harapan ia dapat menekan Presiden Rusia Vladimir Putin agar kembali membuka perundingan dengan Kyiv.

Di medan perang, Ukraina disebut mulai memperoleh keuntungan dengan menghancurkan jalur pasokan Rusia jauh di belakang garis depan maupun di wilayah Krimea yang diduduki Rusia. Dalam sejumlah serangan tersebut, Ukraina menggunakan rudal buatan dalam negeri bernama Flamingo, yang menunjukkan meningkatnya kemampuan industri pertahanan mereka.

"Itulah salah satu dinamika yang kini berubah," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio yang duduk di dekat Trump. "Rusia kini semakin kesulitan mempertahankan wilayah udaranya sendiri."

Selain itu, Putin juga menghadapi tekanan di dalam negeri setelah serangan Ukraina terhadap sejumlah kilang minyak utama memicu gangguan pasokan bahan bakar di berbagai wilayah Rusia.

"Kami memberikan banyak tekanan kepada Presiden Putin," ujar Trump. "Saya rasa dia tidak menyukai situasi yang sedang terjadi. Saya rasa dia tidak senang dengan apa yang sedang berlangsung."

Trump mengatakan akan berbicara dengan Putin pada Rabu. Namun hingga kini, Kremlin belum mengumumkan rencana pembicaraan tersebut.

Trump menyampaikan kepada Zelenskyy bahwa menurutnya perubahan situasi yang dihadapi Rusia dapat membuat Moskow lebih terbuka untuk mengakhiri perang. Namun, Putin belum menunjukkan sinyal seperti itu secara terbuka. Ia masih mempertahankan tuntutan maksimal terkait wilayah Ukraina dan menolak tawaran terbaru Zelenskyy untuk menggelar perundingan langsung.

Presiden Amerika Serikat itu juga mengakui bahwa Ukraina akan membutuhkan semacam jaminan keamanan dalam setiap kesepakatan damai, yang merupakan salah satu tuntutan utama Kyiv. Meski demikian, Trump belum memberikan rincian mengenai bentuk jaminan tersebut.

Trump, yang sebelumnya pernah mengklaim mampu mengakhiri perang dalam waktu 24 jam, kini mengakui bahwa konflik tersebut jauh lebih rumit. Pada awal masa jabatannya, ia sempat aktif mendorong perundingan dan bahkan mengundang Putin menghadiri pertemuan puncak di Alaska tahun lalu. Namun, negosiasi mengalami kebuntuan dalam beberapa bulan terakhir karena perhatian kebijakan luar negeri AS beralih ke isu lain, terutama perang dengan Iran.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada wartawan pada Minggu bahwa pemerintah masih menilai konflik tersebut belum menunjukkan kemajuan berarti dari kedua belah pihak.

Namun, para pemimpin Eropa berpendapat Ukraina kini mulai memperoleh momentum sehingga terdapat peluang untuk menekan Putin menerima gencatan senjata berdasarkan garis depan saat ini serta memulai pembicaraan mengenai jaminan keamanan bagi Kyiv dan kemungkinan pembentukan pasukan multinasional untuk menjaga perdamaian.

Upaya membujuk Trump agar kembali fokus pada Ukraina juga dihadapkan pada berbagai kendala, termasuk ketegangan antara AS dan sekutu-sekutunya di NATO terkait perang Iran serta besaran belanja pertahanan. Meski hubungan Trump dengan Zelenskyy mulai membaik, ia masih menyatakan kekecewaannya terhadap Rusia maupun Ukraina atas terus berlanjutnya perang.

Namun demikian, penilaian Trump terhadap konflik tersebut kini tampak semakin menguntungkan posisi Kyiv. Jika sebelumnya ia mengatakan Zelenskyy "tidak memiliki kartu" dan sebaiknya segera mencapai kesepakatan dengan Rusia, pada Juni lalu Trump justru mengatakan kepada wartawan bahwa Ukraina "berkembang cukup baik."

(bbn)

No more pages