Logo Bloomberg Technoz

Data Kementerian Perdagangan Thailand menunjukkan, ekspor AC ke Eropa melonjak 41,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi US$130,1 juta pada Mei. Sementara itu, pengiriman selama lima bulan pertama tahun ini naik 16,5% menjadi US$696,8 juta.

Data Ekspor AC Thailand yang naik. (Sumber: Thailand's Commerce Ministry)

Eropa menyumbang 18% dari total ekspor AC Thailand pada tahun lalu, menjadikannya pasar terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Prancis dan Jerman termasuk di antara pembeli terbesar AC Thailand di kawasan Eropa. Selama periode Januari–Mei, ekspor ke Jerman melonjak 37,2%, sementara pengiriman ke Prancis meningkat 13,9%.

Lonjakan tersebut terjadi ketika sebagian besar wilayah Eropa masih didominasi oleh rumah-rumah yang dirancang untuk mempertahankan panas, bukan menahannya agar tetap di luar. Kondisi itu membuat banyak rumah tangga semakin rentan seiring gelombang panas yang kian sering terjadi. Sejumlah peritel di Jerman bahkan melaporkan kekurangan stok AC portabel dan kipas angin listrik karena suhu udara melonjak jauh di atas normal musiman.

Di China, meningkatnya permintaan masyarakat Eropa terhadap AC portabel menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan bagi raksasa peralatan rumah tangga seperti Midea Group Co., Haier Smart Home Co., dan Gree Electric Appliances Inc.

Thailand, yang merupakan salah satu eksportir AC terbesar di dunia bersama China dan Meksiko, juga mulai menunjukkan tanda-tanda memperoleh manfaat dari meningkatnya permintaan tersebut. Menurut Kementerian Perindustrian Thailand, produksi AC naik 20% pada Mei dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun produksi manufaktur secara keseluruhan mengalami penurunan.

Merek-merek yang paling banyak diproduksi antara lain berasal dari sejumlah perusahaan Jepang seperti Daikin Industries Ltd. dan Mitsubishi Electric Corp. Meski berkantor pusat di negara lain, perusahaan-perusahaan tersebut telah lama memiliki fasilitas manufaktur di Thailand berkat rantai pasok industri elektronik yang mapan di negara itu.

"Ini adalah momentum yang tepat bagi para eksportir kami," kata Wakil Ketua Thai National Shippers' Council, Suparp Suwanpimolkul. Ia memperkirakan semakin banyak rumah tangga di Eropa akan memasang AC seiring gelombang panas ekstrem yang semakin sering terjadi.

Thailand mengekspor AC dan komponennya senilai US$7,43 miliar sepanjang 2025. Sementara itu, nilai ekspor selama lima bulan pertama tahun ini telah mencapai US$3,86 miliar.

"Gelombang panas telah mengubah perilaku konsumen," ujar Direktur Jenderal Trade Policy and Strategy Office di Kementerian Perdagangan Thailand, Nantapong Chiralerspong. "AC tidak lagi dipandang sebagai barang mewah, tetapi semakin dianggap sebagai perangkat yang dapat menyelamatkan nyawa."

(bbn)

No more pages