Logo Bloomberg Technoz

"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia tetap berada di turnamen. Mungkin mereka ingin Messi tetap melaju."

"Dalam sepak bola, terkadang ada faktor-faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Juara dunia mendapat dukungan di setiap level."

Wasit yang memimpin pertandingan tersebut adalah François Letexier asal Prancis, yang menurut Hassan sebenarnya sudah ditolak oleh timnya sebelum laga berlangsung. Hassan juga semakin kecewa karena wasit video (VAR) tidak meminta Letexier meninjau kembali dugaan pelanggaran terhadap Alexis Mac Allister.

"Tampaknya ada tekanan dari pihak Argentina terkait hasil pertandingan ini," ujarnya. "Kami sebenarnya sudah menyampaikan keberatan atas penunjukan wasit karena situasi antara Prancis dan Argentina [Argentina mengalahkan Prancis di final Piala Dunia 2022], tetapi pada akhirnya semua orang harus merasakan penderitaan pada suatu saat, dan kali ini kami yang mengalaminya."

"Kami tidak melihat adanya rasa hormat maupun sportivitas. Penalti kami dibatalkan [atas dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah]. Insiden itu bahkan tidak ditinjau oleh VAR, dan gol kedua kami secara mengejutkan, entah dengan alasan apa, juga dianulir."

"Saya ingin mengatakannya dengan kata-kata yang lebih baik, seperti 'nasib buruk', tetapi kenyataannya kami diperlakukan tidak adil dan ini merupakan sebuah ketidakadilan," katanya.

Lionel Messi (Dok. FIFA)

Messi Soal Gagal Penalti

Setelah pertandingan, Lionel Messi juga mengungkapkan arti tangisan ketika peluit pertandingan berakhir.

Menurutnya, air mata tersebut karena dirinya merasa telah mengecewakan teman-temannya di Timnas Argentina dikarenakan gagal mengeksekusi penalti dua kali.

“Saya menangis karena merasa telah mengecewakan rekan-rekan setim saya akibat penalti yang saya gagal eksekusi… dan juga karena cara saya mengeksekusinya.”

“Namun, syukurlah sekali lagi Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang istimewa untuk saya pada akhirnya. Saya sangat bahagia.”

(spt)

No more pages