Logo Bloomberg Technoz

Pusat Meteorologi Nasional China dalam buletin cuaca pertanian terbarunya memperingatkan bahwa kondisi badai ini mengancam akan menenggelamkan tanaman padi, jagung, dan sayuran, merusak perkebunan buah, memperparah genangan air di lahan pertanian, serta memicu kerugian besar pada sektor budidaya perikanan akibat kolam-kolam tambak yang meluap. Laporan tersebut menambahkan bahwa kerusakan pada komoditas tanaman dan fasilitas pertanian sejauh ini sudah mulai dilaporkan terjadi di wilayah Guizhou dan Yunnan.

Ancaman Super Topan Bavi

Memasuki akhir pekan ini, wilayah timur China diproyeksikan bakal menghadapi hantaman angin kencang dan hujan lebat akibat kedatangan Super Topan Bavi. Badai raksasa yang kekuatannya setara dengan badai siklon Kategori 4 ini terpantau tengah bergolak di Laut Filipina setelah sebelumnya sempat menerjang Rota, pulau teritori AS yang berada di dekat Guam. Topan Bavi diprediksi akan mulai melintasi garis pantai China pada hari Sabtu.

Pusat Iklim Nasional China dalam buletin yang dirilis pada hari Minggu kemarin memproyeksikan bahwa curah hujan di China akan jauh lebih tinggi dalam beberapa minggu ke depan, di mana bulan Juli dan Agustus bakal menjadi puncak dari guyuran hujan lebat yang signifikan. Wilayah selatan China, termasuk Guangdong dan Guangxi, diperkirakan akan mengalami peningkatan curah hujan hingga 50% di atas batas normal sepanjang periode tersebut.

Di lain pihak, musim hujan di wilayah utara China diprediksi akan tiba lebih awal dari jadwal biasanya yang jatuh pada 18 Juli, dengan intensitas hujan yang juga diperkirakan lebih tinggi dibandingkan rata-rata.

(bbn)

No more pages