Logo Bloomberg Technoz

Sementara di Indonesia, udara di wilayah ekuator terus bergerak naik melalui proses konveksi yang membentuk awan dan hujan, sehingga kondisi tersebut sulit terbentuk.

"Berada di wilayah ekuator, sistem tekanan atmosfer cenderung rendah dan tidak statis. Udara selalu bergerak naik, membentuk awan, dan memicu hujan, sehingga 'kubah panas' yang mandek sulit bisa terbentuk di sini," katanya.

Ardhasena menambahkan Indonesia memiliki iklim tropis dengan suhu yang relatif konstan sepanjang tahun, umumnya berkisar 30–36 derajat Celsius pada siang hari. 

Anomali suhu di Indonesia pun biasanya hanya berkisar 1–2 derajat Celsius dari rata-rata normal, jauh lebih kecil dibandingkan Eropa yang dapat mengalami lonjakan hingga 10–15 derajat Celsius saat gelombang panas.

Menurut BMKG, cuaca yang terasa sangat panas di Indonesia umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti gerak semu matahari yang terjadi sekitar Maret–April dan September–Oktober, tingginya kelembapan udara yang meningkatkan heat index atau suhu yang dirasakan tubuh, serta fenomena El Niño atau musim kemarau kering yang mengurangi tutupan awan sehingga radiasi matahari lebih intens. 

Meski demikian, Ardhasena mengingatkan masyarakat tetap perlu mewaspadai dampak perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan suhu udara secara bertahap.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah guna mengurangi risiko gangguan kesehatan saat suhu udara meningkat, yaitu:

1. Jaga hidrasi tubuh

Minum air putih secara berkala tanpa menunggu haus, dengan kebutuhan sekitar 2–3 liter per hari atau lebih jika banyak beraktivitas di luar ruangan. Kurangi konsumsi minuman berkafein tinggi maupun minuman manis yang dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh

2. Gunakan perlindungan saat berada di luar ruangan

Kenakan pakaian berbahan ringan, longgar, dan berwarna cerah, gunakan tabir surya (sunscreen) minimal SPF 30, serta lengkapi dengan topi, payung, atau kacamata hitam untuk mengurangi paparan sinar ultraviolet (UV).

3. Batasi aktivitas pada jam terik

Hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan pada pukul 11.00–15.00 saat intensitas radiasi matahari mencapai puncaknya. Jika harus berada di luar, sempatkan beristirahat di tempat yang teduh atau berpendingin udara

4. Jaga kondisi ruangan tetap sejuk.

Pastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan baik dengan membuka ventilasi atau menggunakan kipas angin maupun AC. Menutup tirai atau gorden pada siang hari juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam ruangan.

5. Kenali gejala gangguan akibat panas

Masyarakat diminta segera mencari tempat yang sejuk dan minum air apabila mengalami gejala seperti keringat berlebih, kulit pucat dan lembap, pusing, mual, kram otot, atau detak jantung yang meningkat

(dec)

No more pages