Logo Bloomberg Technoz

Ia mengatakan Johor sempat berkembang pesat karena membuka peluang investasi pusat data secara besar-besaran. Namun, kawasan tersebut kini mulai menghadapi keterbatasan kapasitas listrik dan pasokan air, dua komponen utama dalam operasional pusat data.

Sementara itu, Singapura memang tengah mengembangkan kawasan baru di Jurong Island dengan tambahan kapasitas sekitar 700 megawatt (MW). Namun, lebih dari separuh kapasitas tersebut disebut telah lebih dulu diserap oleh perusahaan teknologi global.

"Artinya kebutuhan data center masih jauh lebih besar dibandingkan kapasitas yang tersedia," kata Erick.

Peningkatan kebutuhan tersebut semakin dipercepat oleh perkembangan AI yang mendorong perusahaan hyperscaler, terang dia, dimana penyedia layanan cloud global membangun lebih banyak pusat data untuk melayani pasar regional.

EVP ASEAN Region Rittal International Ajay Batra menilai Indonesia memiliki modal yang kuat untuk memanfaatkan peluang tersebut. Selain didukung pasar domestik yang besar, Indonesia juga memiliki dua sumber daya penting yang dibutuhkan industri pusat data, yakni pasokan listrik dan sumber air.

Ajay menilai kondisi tersebut menjadi salah satu alasan semakin banyak perusahaan global mulai melirik Indonesia sebagai lokasi investasi pusat data. Meski demikian, Ajay mengatakan perkembangan industri AI Data Center tetap bergantung pada besarnya investasi, kepastian regulasi, serta kebijakan pemerintah terkait kedaulatan data (data sovereignty) dan pengembangan infrastruktur digital.

Kebutuhan komputasi AI juga akan mendorong pembangunan pusat data dengan spesifikasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan data center konvensional, sehingga peluang investasi di sektor ini masih akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

(wep)

No more pages