Logo Bloomberg Technoz

“Pengalihan saham telah menjadi efektif dan karenanya seluruh saham milik perseroan dalam Krakatau Osaka Steel telah sepenuhnya beralih ke Osaka Steel,” kata Rachman.

PT Krakatau Osaka Steel sebelumnya menandai usaha patungan antara KRAS dan Osaka Steel Co, produsen baja asal Jepang di Cilegon, Jawa Barat.

Osaka Steel memegang mayoritas saham 86% dan KRAS menghimpit 14% saham Krakatau Steel.

Belakangan, manajemen Osaka Steel memutuskan untuk menutup pabrik Krakatau Osaka. Alasannya, proyek baja bersama dengan KRAS itu merugi sejak 2022 lalu. Operasi Krakatau Osaka berhenti sejak 30 Juni 2026.

Di sisi lain, KRAS mencetak pendapatan US$262,4 juta pada kuartal I-2026. Perusahaan baja milik negara itu membukukan laba bersih US$4,6 juta, yang turut memperkuat posisi ekuitas sekitar US$745,7 juta.

Hingga Maret 2026, total produksi Krakatau Steel mencapai 360 ribu ton. Capaian ini didorong oleh beroperasinya fasilitas produksi utama secara optimal, di mana pabrik Hot Strip Mill (HSM) berkontribusi sebesar 230 ribu ton dan pabrik Cold Rolling Mill (CRM) sebesar 130 ribu ton.

“Kinerja kami mulai meningkat secara bertahap di awal tahun ini, namun kami tetap memandang program efisiensi masih menjadi kunci penting dalam menjaga momentum ini,” kata Direktur Utama KRAS Akbar Djohan lewat keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).

(naw)

No more pages