Sebanyak 293 saham melemah dan 224 saham menguat. Sementara,197 saham tidak bergerak.
Mencermati analisis saham pada perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai pasar akan mencermati rilis cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan meningkat menjadi sekitar US$145 miliar. Selain itu, investor juga akan mencerna risalah rapat Komite Pembuat Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) bank sentral Ameria Serikat (AS) Federal Reserve dini hari nanti untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga acuan.
“Kedua sentimen tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dan arus dana asing,” sebut BRIDS,
Adapun secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan technical rebound selama bertahan di atas support 5.735, dengan target menguji resistance psikologis 6.000. Saham–saham pilihan BRIDS untuk perdagangan hari ini adalah BUVA, INDY, dan AKRA.
Kemudian, pasar juga mencermati pernyataan penyedia indeks global MSCI Inc yang masih membekukan saham–saham Indonesia dalam kajian indeks edisi Agustus. MSCI membekukan seluruh penilaian Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS) dalam MSCI Global Investable Market Indexes.
Selain itu, penyedia indeks global itu tidak akan menerapkan kenaikan klasifikasi antar indeks berdasarkan segmen ukuran, termasuk perpindahan dari small cap ke standard.
Terpengaruh sentimen itu, Phintraco Sekuritas menyatakan volume dan nilai transaksi perdagangan saham baru–baru ini relatif menurun, diprediksi jual–beli lebih didominasi oleh investor domestik, serta investor yang cenderung wait and see di tengah minimnya katalis positif.
“Histogram positif MACD melebar dan Stochastic RSI menguat di area pivot. Sehingga secara teknikal IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000,” tulis analisis Phintraco.
Saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BBRI, RAJA, BRIS, RATU, dan BUVA.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, menguatnya bursa Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu, masih adanya aksi jual investor asing dan cenderung melemahnya nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen negatif.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.845–5.775 dan resist 5.990–6.060,” terang CGS International Sekuritas.
Saham–saham pilihan versi CGS meliputi AKRA, BBRI, BRIS, BBCA, BBNI, dan BMRI.
Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG bakal melemah, disebabkan oleh tensi geopolitik yang kembali meningkat, tren melemahnya nilai tukar rupiah, serta masih keluarnya dana asing. Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah KPIG, BUMI, dan HMSP.
(fad)




























