Logo Bloomberg Technoz

IHSG Masih Tertekan, Tapi Tidak Seburuk Korea Selatan

Redaksi
04 July 2026 15:00

Pegawai beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pegawai beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum lepas dari tekanan. Namun, dalam konteks regional, penurunan IHSG tidak seburuk bursa saham Korea Selatan, KOSPI.

Pada penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026), IHSG berhasil menguat 2,28% ke level 5.875. Kenaikan signifikan ini mampu memangkas akumulasi penurunan sepekan terakhir menjadi hanya tersisa 0,35% dibanding penutupan Jumat pekan lalu di level 5.896.

Untuk kawasan ASEAN, penurunan sebesar 0,35% itu menjadikan IHSG berperforma paling buruk setelah VN-Index, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Sabtu (4/7/2026).


Namun, untuk kawasan Asia Pasifik, KOSPI menempati urutan paling buncit usai mengakumulasi penurunan 3,84%.

Pergerakan IHSG 29 Juni-3 Juli 2026. (Sumber: IDX)

Secara umum, pergerakan IHSG sepanjang pekan ini masih memiliki volatilitas tinggi imbas sejumlah sentimen, mulai dari indeks manufaktur PMI Indonesia yang mengalami kontraksi ke level 46,9 pada Juni 2026 hingga tarik ulur perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.