Logo Bloomberg Technoz

Ekspor Via Selat Hormuz Pulih, Produksi OPEC Melonjak di Juni

News
04 July 2026 11:30

Logo di luar kantor pusat Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Wina, Austria./Bloomberg-Andrey Rudakov
Logo di luar kantor pusat Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Wina, Austria./Bloomberg-Andrey Rudakov

Grant Smith, Julian Lee, dan Bill Lehane- Bloomberg News

Bloomberg, Produksi minyak mentah negara-negara anggota OPEC melonjak pada Juni setelah sejumlah produsen di kawasan Teluk Persia kembali meningkatkan ekspor melalui Selat Hormuz menyusul tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, menurut survei Bloomberg.

Produksi Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) meningkat 2,34 juta barel per hari menjadi 18,75 juta barel per hari. Kenaikan terbesar berasal dari Kuwait, Arab Saudi, dan Iran. Meski demikian, produksi tersebut masih jauh di bawah level sebelum perang.


Bahkan sebelum kesepakatan damai tercapai, produsen di Teluk Persia telah menemukan cara untuk mengirimkan minyak melalui Selat Hormuz yang sempat nyaris ditutup pada fase awal konflik. Setelah kesepakatan AS-Iran memungkinkan pelayaran kembali dilakukan secara terbuka, pengiriman minyak Arab Saudi telah kembali mencapai sekitar 90% dari tingkat normal, berdasarkan data pelacakan kapal tanker.

Peningkatan pasokan tersebut terjadi ketika permintaan bahan bakar di China, konsumen minyak terbesar dunia masih lemah. Kondisi ini menciptakan surplus pasokan di sejumlah pasar, menghapus kenaikan harga minyak akibat perang, sekaligus memunculkan pertanyaan apakah negara-negara OPEC harus bersaing lebih ketat untuk mendapatkan pembeli.