Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Penyebab IHSG Menguat 2,46%, Terbaik di Bursa Asia

Muhammad Julian Fadli
03 July 2026 13:53

Pelajar memfoto layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pelajar memfoto layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Sesi I, siang hari ini, Jumat (3/7/2026), di zona hijau dengan mencatat penguatan yang optimistis. Indeks Komposit ditutup menguat 2,46% di posisi 5.886.

Dengan melesatnya posisi tersebut, IHSG mencatat kenaikan tertinggi nomor dua di Bursa Asia, berdasarkan data Bloomberg, bersanding dengan KOSPI (Korea Selatan) yang melejit 5,99%, Shenzhen Comp. (China) 1,56%, CSI 300 (China) 1,37%, SETI (Thailand) 1,33%, NIKKEI 225 (Jepang) 1,31%, dan Hang Seng (Hong Kong) yang menguat 1,27%.

IHSG Penutupan Sesi I pada Jumat 3 Juli 2026 (Bloomberg)

IHSG memang sudah memperlihatkan tanda–tanda penguatan dengan sempat menyentuh level tertinggi hingga 5.899. Adapun level terendah 5.805.


Volume transaksi tercatat mencapai 11,61 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp6,42 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 846 ribu kali diperjualbelikan.

Adapun sebanyak 508 saham mengalami penguatan di zona hijau, dan hanya 128 saham melemah. Sedangkan lainnya 139 saham tidak bergerak.

Penyebab IHSG Menguat