Logo Bloomberg Technoz

IHSG Diproyeksi Konsolidasi, Investor Cermati Sentimen PFII & OJK

Cahya Puteri Abdi Rabbi
03 July 2026 08:00

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (3/7/2026), setelah menguat 0,87% ke level 5.744 pada perdagangan hari sebelumnya. 

Pelaku pasar masih akan mencermati sejumlah sentimen domestik, mulai dari rencana pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) hingga perluasan kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG berpeluang berada dalam fase konsolidasi dengan level support di 5.700, pivot 5.800, dan resistance 5.900.


"Secara teknikal, penguatan IHSG masih tertahan di area MA5 sekitar level 5.760. Di sisi lain, indikator MACD menunjukkan histogram positif, namun Stochastic RSI mulai membentuk potensi death cross sehingga ruang penguatan dinilai masih terbatas," kata Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Jumat (3/7/2026).

Pasar juga mencermati implementasi mandat baru OJK yang mulai berlaku pada 1 Januari 2027 untuk mengawasi bursa mineral dan komoditas strategis. Kewenangan tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang memperluas cakupan pengawasan OJK, termasuk terhadap pengelolaan dana publik seperti BPKH, Tapera, serta pengaturan penyisihan kekayaan aset kripto.