Tiga Tahun Dihantam Impor China, Tekstil Nasional Kian Tertekan
Sabrina Mulia Rhamadanty
03 July 2026 20:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) mengungkapkan bahwa industri hulu tekstil telah lama dihantam oleh produk impor dengan sistem dumping dari China. Akibatnya, sejumlah perusahaan terpaksa gulung tikar dalam tiga tahun terakhir.
Sekretaris Jenderal APSyFI, Farhan Aqil Syauqi, menjelaskan bahwa selain persaingan dengan China, penurunan daya beli masyarakat juga menjadi faktor yang mengoreksi pertumbuhan sektor tekstil dan produk tekstil (TPT).
Selain itu, fluktuasi nilai tukar dolar AS dan harga minyak dunia turut memukul industri ini karena berdampak langsung pada harga bahan baku.
"Posisi industri hulu tekstil memang sudah lama dihantam barang impor dumping dari China, sehingga beberapa perusahaan tutup sejak tiga tahun ke belakang," ungkap Farhan saat dihubungi, Jumat (3/7/2026).
Menyikapi kondisi yang kian kritis, APSyFI mendesak pemerintah untuk segera memberikan perhatian khusus dan intervensi kebijakan guna menyelamatkan ekosistem TPT nasional. Tata niaga perdagangan dinilai menjadi kunci utama untuk mengontrol laju importasi tekstil.



























