Logo Bloomberg Technoz

"Apa yang terjadi kemarin 1 Juli adalah berdasarkan aturan, ketentuan, dan juga harga minyak dunia tentunya. Komponen dari kemampuan atau daya beli masyarakat tentu tetap menjadi salah satu pertimbangan kami dalam menetapkan harga," lanjutnya.

Pengendara mengisi bbm Pertamax di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Adapun, Pertamina resmi menyesuaikan sejumlah harga BBM pada Rabu (1/7/2026). Harga Pertamax tetap ditahan di level Rp16.250/liter, usai mengalami kenaikan pada 10 Juni dari sebelumnya Rp12.300/liter.

Di sisi lain, harga bensin RON 98 atau Pertamax Turbo turun Rp1.450 menjadi Rp19.300/liter dari harga bulan sebelumnya Rp20.750/liter. Bensin bioetanol RON 95 atau Pertamax Green 95 masih ditahan di harga Rp17.000/liter.

Sementara itu, BBM jenis diesel atau solar nonsubsidi Pertamina terpantau juga mengalami penurunan harga. Pertamina Dex saat ini dibanderol seharga Rp21.150/liter atau turun Rp3.650 dari harga bulan sebelumnya sebesar Rp24.800/liter.

Selanjutnya, Dexlite saat ini dijual seharga Rp19.700/liter atau turun Rp3.300 jika dibandingkan dengan harga pada Juni 2026 senilai Rp23.000/liter.

Adapun, harga BBM bersubsidi yakni Pertalite dan Solar tak mengalami penyesuaian harga, masing-masing dibanderol Rp10.000/liter dan Rp6.800/liter.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kitty Andhora menyatakan penyesuaian harga tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkala sesuai mekanisme yang berlaku, dengan mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia, pertimbangan aspek fiskal, serta daya beli masyarakat.

Kendati begitu, dia tidak mengungkapkan alasan Pertamax tak mengalami penyesuaian harga pada 1 Juli 2026.

“Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah”, kata Kitty dalam siaran pers, Rabu (1/7/2026)

Sekadar informasi, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala setiap tanggal 1, mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Pada 10 Juni 2026, Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250/liternya di DKI Jakarta. Angka tersebut naik Rp3.950 apabila dibandingkan dengan harga awal sebesar Rp12.300/liter.

Pertamina Patra Niaga mengungkapkan kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250/liter pada 10 Juni 2026 belum sepenuhnya mengikuti harga pasar, sebab penyesuaian yang dilakukan baru sekitar 50% dari selisih harga keekonomian.

Corporate Secretary PPN Roberth MV Dumatubun mengungkapkan penetapan harga Pertamax tersebut sudah mengacu mekanisme harga pasar sesuai formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan saat ini adalah 50% dari selisih harga pasar, dan jika dibandingkan dengan harga BBM sejenis di negara-negara tetangga Asean tetap lebih kompetitif agar menjaga daya beli dan perekonomian," terangnya melalui pernyataan perusahaan, Kamis (18/6/2026).

(azr/wdh)

No more pages