Perkuat Hubungan Sekutu, Presiden Myanmar Akan Temui Putin
News
18 August 2026 16:30

Khine Lin Kyaw - Bloomberg News
Bloomberg, Presiden Myanmar Min Aung Hlaing dijadwalkan bertemu dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin pada Selasa (18/8). Ini menjadi kunjungan perdana mantan ketua junta tersebut ke salah satu sekutu terdekat negaranya yang terisolasi sejak ia menjabat pada April lalu seusai pemilu yang menuai gelombang kritik.
Putin dan Min Aung Hlaing akan membahas kerja sama yang lebih erat, serta berbagai isu regional dan internasional, demikian penuturan pihak Kremlin dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa sejumlah kesepakatan dijadwalkan bakal ditandatangani. Kantor Presiden Myanmar menyatakan pembicaraan tersebut akan mencakup sejumlah bidang, termasuk ekonomi, keamanan, dan sosial.
Rusia merupakan satu dari sedikit negara besar yang tetap mempertahankan hubungan erat dengan para penguasa militer Myanmar sejak kudeta 2021, di saat sebagian besar negara Barat justru mengisolasinya.
Hubungan kedua negara mencakup teknologi nuklir hingga pertahanan. Myanmar tengah bekerja sama dengan perusahaan negara Rusia, Rosatom State Corporation, untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir skala kecil—sebuah langkah awal pemanfaatan teknologi tersebut di bidang kesehatan, pertanian, dan industri. Rusia juga merupakan pemasok utama senjata canggih bagi militer Myanmar, dengan nilai menyentuh lebih dari US$400 juta sejak kudeta, menurut laporan PBB pada Mei 2023.































