Booming AI Menghasilkan Ekonomi Inggris yang 'Terbelah Dua'
Muhammad Fikri
18 August 2026 20:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Booming kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai menciptakan perbedaan kecepatan pertumbuhan di berbagai sektor ekonomi. Di satu sisi, perusahaan yang mampu memanfaatkan AI mendapatkan dorongan produktivitas dan mulai mencari pekerja dengan keterampilan baru. Di sisi lain, otomatisasi menekan kebutuhan tenaga kerja untuk sejumlah pekerjaan, terutama posisi junior dan rutin.
Fenomena tersebut dikenal sebagai two-speed economy atau ekonomi dua kecepatan, ketika sebagian sektor dan kelompok pekerja bergerak lebih cepat mengikuti perkembangan teknologi, sementara kelompok lainnya menghadapi tekanan akibat perubahan pola kerja.
Diinformasikan sebelumnya dalam survei Lloyds, Selasa (18/8/2026), terdapat 1.200 perusahaan pada Juli menunjukkan perubahan tersebut mulai terlihat di pasar tenaga kerja Inggris. Lowongan pekerjaan berbasis AI menciptakan kondisi ketika perusahaan merekrut pekerja senior dengan keterampilan AI, sembari melakukan pemangkasan di bidang lain akibat tekanan biaya tenaga kerja.
Mengutip hasil analisis staf Bank of England (BoE), perusahaan yang menggunakan AI menjadi lebih produktif akan tetapi peningkatan produktivitas tersebut dapat terjadi bersamaan dengan berkurangnya kebutuhan tenaga kerja.
Perekrutan untuk sejumlah posisi yang berkaitan dengan AI juga disebut telah menurun sejak 2022, sementara pandangan bahwa AI pada akhirnya dapat mengurangi lapangan kerja semakin banyak muncul di kalangan CEO.































