Logo Bloomberg Technoz

RAPBN 2027: Kuota Subsidi Solar Dipagu 19,5 Juta Kl, Naik 5,16%

Azura Yumna Ramadani Purnama
18 August 2026 09:50

Seorang petugas mengisi bahan bakar jerigen dengan solar di SPBU PT Pertamina di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan./Bolomberg-Dimas Ardian
Seorang petugas mengisi bahan bakar jerigen dengan solar di SPBU PT Pertamina di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan./Bolomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah menetapkan kuota subsidi Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) Solar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebanyak 19,56 juta kiloliter (kl), atau naik sekitar 5,16% dari kuota subsidi Solar dalam outlook APBN 2026 yang ditargetkan 18,6 juta kl.

Volume penyaluran JBT Solar terus mengalami peningkatan. Pada 2022, realisasi penyalurannya mencapai 17,6 juta kl, kemudian pada 2025 meningkat menjadi 18,4 juta kl.

Sementara itu, kuota subsidi JBT minyak tanah atau kerosin dalam RAPBN 2027 ditetapkan sebanyak 539.000 kl atau naik 2,47% dari outlook APBN 2026 sebesar 526.000 kl.


Volume penyaluran JBT minyak tanah juga tercatat terus mengalami peningkatan, dari 488.500 kl pada 2022 menjadi 507.800 kl pada 2025.

“Subsidi tetap minyak solar sebesar Rp1.000/liter; volume Jenis BBM Tertentu minyak solar sebesar 19,56 juta kiloliter dan minyak tanah sebesar 539.000 kiloliter,” tulis Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027 yang diterbitkan pemerintah, Senin (17/8/2026).

Sebuah truk mengisi bahan bakar Solar di SPBU Pertamina./Bloomberg-Dimas Ardian