Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Offshore Kembali Tembus Rp18.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
25 June 2026 08:34

Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di pasar luar negeri kembali mengarah pada level Rp18.000/US$, seiring meningkatnya tekanan dari kenaikan dolar Amerika Serikat (AS). 

Pada perdagangan Non-Deliverable Forward (NDF), rupiah dibuka di level Rp18.003/US$, lalu menyusut ke Rp18.012/US$. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama melanjutkan penguatan ke level 101,63. 

Meski dolar AS menguat, pergerakan mata uang kawasan cukup beragam. Pelemahan datang dari won Korea Selatan, dan dolar Singapura. 

Pergerakan mata uang Asia, Kamis (25/6/2026) (Bloomberg)

Sedangkan, ringgit Malaysia menguat bersama baht Thailand, yen Jepang, yuan offshore, dan dolar Hong Kong. 

Penguatan ringgit tertopang oleh membaiknya sentimen investor dan lonjakan investasi asing langsung (FDI) sebesar 41,2% menjadi RM65,9 miliar pada 2025.