Logo Bloomberg Technoz

Sementara, penguatan baht Thailand tertopang oleh pernyataan otoritas moneter yang menyatakan akan melakukan intervensi jika volatilitas baht dinilai berlebihan. 

Dari dalam negeri, pelemahan rupiah terjadi setelah MSCI menyatakan bahwa tinjauan status pasar Indonesia ditunda, setidaknya hingga November. Penyedia indeks tersebut akan memantau efektivitas dari reformasi transparansi yang telah dilakukan otoritas keuangan. 

"Kami tetap bearish terhadap rupiah karena arus keluar modal kemungkinan akan terus berlanjut akibat tingginya imbal hasil obligasi AS, kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia, serta risiko penurunan status oleh MSCI," tulis Abbas Keshvani, Director of Asia Macro Strategy di RBC Capital Markets, dalam sebuah riset, seperti dikutip Bloomberg News.

Tekanan dari MSCI dan kondisi ekonomi domestik yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap arus modal asing meningkatkan semakin Credit Default Swap (CDS). 

CDS sovereign Indonesia tenor lima tahun kembali melonjak ke 91,31 pada hari ini, dari posisi terendah bulan ini di 86,95 pada 17 Juni.  

Meningkatnya persepsi risiko investor di pasar surat utang tercermin dalam CDS. Berbeda dengan peringkat kredit terbitan lembaga pemeringkat rating yang cenderung bergerak lambat, CDS menangkap persepsi risiko secara real time.

Di sisi lain, Samuel Sekuritas juga mencatat bahwa kondisi likuiditas tercatat melemah signifikan, dengan volume transaksi SUN turun 43,29% jadi Rp23,7 triliun dibandingkan sebelumnya.

Di tengah kondisi ini, tekanan terhadap rupiah diperkirakan akan semakin meningkat di rentang Rp17.940-Rp18.000/US$. 

Analisis Teknikal

Secara teknikal nilai rupiah berpotensi melanjutkan tren pelemahan hari ini. Adapun rupiah berpotensi melemah menembus support pada level Rp18.000/US$, support selanjutnya bisa menuju Rp18.050/US$ usai break trendline sebelumnya.

Analisis Teknikal Rupiah Kamis 25 Juni 2026 (Sumber: Bloomberg)

Teknikal rupiah juga memperlihatkan level Rp18.200/US$ sebagai level paling pesimistis pelemahan rupiah dalam time frame daily, pada tren jangka pendek (short-term).

Sebaliknya nilai rupiah memiliki level resistance terdekat pada level Rp17.900/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengonfirmasi resistance selanjutnya pada level Rp17.800/US$ juga sebagai resistance potensial.

(dsp)

No more pages