Israel dan kelompok militan Hezbollah yang didukung Iran terlibat bentrokan semalam di Lebanon, yang menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut menjadi alasan penundaan pertemuan.
Israel dan Hezbollah kini telah menyepakati gencatan senjata mulai pukul 16.00 waktu setempat, menurut seorang pejabat AS. Iran menjadikan gencatan senjata di Lebanon sebagai syarat dalam kesepakatan awalnya dengan Amerika Serikat.
Minyak mentah Brent naik 0,9% menjadi di atas US$80 per barel, memangkas penurunan mingguan sebesar 7,7% hingga Kamis.
Lalu lintas kapal di Selat Hormuz tampak menurun pada Jumat, hanya sehari setelah lonjakan arus pelayaran melalui jalur tersebut. Sementara itu, Teheran menyatakan bahwa kapal yang melintasi selat itu memerlukan izin dari Iran.
Perkembangan ini menguji optimisme yang telah mendorong reli saham berbasis teknologi semakin menguat setelah AS dan Iran mengakhiri blokade ganda selama berbulan-bulan di Selat Hormuz.
Perundingan Jumat seharusnya menjadi awal dari jendela negosiasi selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan permanen terkait aktivitas nuklir Iran.
“Tentu saja, dengan Trump selalu ada kemungkinan muncul hambatan di tengah jalan, tetapi kami percaya bahwa dunia kini memasuki fase baru deeskalasi,” kata Alexandre Drabowicz dari Indosuez Wealth Management.
Drabowicz mengingatkan investor agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai tercapainya kesepakatan permanen.
Obligasi pemerintah Inggris (gilts) memimpin kenaikan imbal hasil obligasi Eropa setelah Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, memenangkan kursi di parlemen, memberinya jalur untuk menantang Perdana Menteri Keir Starmer.
Investor kini memperdebatkan apakah pemerintahan Burnham nantinya akan mengarah pada kebijakan fiskal yang lebih longgar.
Poundsterling mengungguli sebagian besar mata uang utama lainnya, sementara dolar AS bertahan di level tertinggi sejak Maret. Bitcoin mengakhiri tren penurunan selama tiga hari berturut-turut. Emas menuju kerugian mingguan ketiga beruntun dengan diperdagangkan di sekitar US$4.150 per ons.
Pasar global menutup pekan penting yang ditandai oleh kesepakatan sementara bersejarah antara AS dan Iran, pertemuan kebijakan pertama Ketua Federal Reserve Kevin Warsh, serta hari-hari awal SpaceX sebagai perusahaan publik.
Saham menunjukkan ketahanan yang kuat, sebagian didorong oleh euforia seputar kecerdasan buatan (AI).
Para ahli strategi yang disurvei Bloomberg menaikkan target akhir tahun mereka untuk S&P 500 dibandingkan sebulan lalu, seiring meredanya gangguan akibat perang Iran dan membaiknya prospek laba perusahaan.
Rata-rata target naik menjadi 7.716 dari 7.612 pada Mei. Angka tersebut hampir 3% lebih tinggi dari penutupan terakhir dan mengindikasikan kenaikan hampir 13% sepanjang tahun ini. Estimasi laba perusahaan untuk tahun ini dan tahun depan juga meningkat.
“Pasar tampaknya memasuki periode langka selama beberapa pekan ke depan tanpa katalis utama,” kata Roberto Scholtes, Kepala Strategi di Singular Bank.
“Mudah-mudahan ini menjadi kesempatan untuk bernapas sejenak setelah tahun yang penuh gejolak, dan mungkin juga menjadi periode rotasi sektor.”
Pandangan Ahli Strategi Bloomberg
“Gilts melanjutkan pelemahannya dan berkinerja lebih buruk dibandingkan obligasi sejenis di kawasan. Namun, besarnya pergerakan tersebut juga diperparah oleh kenaikan harga minyak sejak kemarin sore. Meski demikian, bukan berarti obligasi Inggris sudah sepenuhnya aman. Pasar masih membutuhkan kejelasan lebih lanjut mengenai berapa lama proses perebutan kepemimpinan politik akan berlangsung, karena semakin lama proses tersebut, semakin buruk dampaknya bagi gilts.”
— Adam Linton, ahli strategi makro Bloomberg.
(bbn)






























