Logo Bloomberg Technoz

Neraca Dagang Januari-Juni: Surplus dengan AS, Tekor oleh China

Mis Fransiska Dewi
03 August 2026 16:30

Neraca Dagang (Bloomberg Technoz)
Neraca Dagang (Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia secara kumulatif pada Januari-Juni 2026 tercatat surplus US$3,58 miliar. Surplus ini terutama ditopang komoditas nonmigas 19,35 miliar, sementara migas defisit 15,77 miliar.

Berdasarkan data BPS, Amerika Serikat (AS) menjadi negara penyumbang surplus terbesar untuk perdagangan migas dan nonmigas Indonesia. Sementara itu, China masih menjadi penyumbang defisit terbesar neraca perdagangan Indonesia.  

Neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif periode Januari hingga Juni 2026 mencapai US$3,58 miliar. Nilai tersebut lebih rendah bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai US$19,60 miliar.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono memaparkan, negara penyumbang defisit neraca perdagangan Indonesia dari Januari hingga Juni 2026 paling besar adalah dari China dengan defisit US$14,26 miliar.

“Komoditas penyumbang defisit terbesar sepanjang Januari hingga Juni 2026 adalah China,” ungkap Ateng dalam konferensi pers, Senin (3/8/2026).