Logo Bloomberg Technoz

IHSG Diproyeksikan Menguat Didorong Perundingan Baru AS-Iran

Cahya Puteri Abdi Rabbi
03 August 2026 07:40

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (3/8/2026).

Pergerakan indeks akan ditopang sentimen global yang mulai membaik, rangkaian data ekonomi domestik, serta prospek teknikal yang masih menunjukkan tren positif.

Phintraco Sekuritas menyampaikan bahwa perhatian investor masih tertuju pada perkembangan konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran serta dampaknya terhadap pasar energi. 


Setelah sempat melonjak hampir 25% sepanjang Juli, harga minyak Brent berbalik turun sekitar 7,3% ke kisaran US$81,55 per barel usai Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran dan membuka peluang dimulainya kembali perundingan dengan Teheran.

Meski harga minyak terkoreksi, pelaku pasar tetap mewaspadai perkembangan geopolitik karena berpotensi kembali memicu volatilitas harga energi dan memengaruhi prospek inflasi global.