Beberapa PLTU besar yang telah menerima pasokan batu bara tambahan pada periode ini di antaranya PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1 sampai PLTU Suralaya 8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9, PLTU Jawa 10 dan PLTU Indramayu yang mendukung sistem di Jawa Bagian Barat.
Sementara itu, beberapa PLTU lainnya di Jawa Bagian Timur yang mendapat tambahan pasokan batu bara di antaranya PLTU Paiton 1, PLTU Paiton 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan dan PLTU Tanjung Awar-Awar.
“Dalam kondisi seperti ini kami juga menghadapi tantangan ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami, dua pembangkit IPP,” kata Darmawan.
Di sisi lain, dia menuturkan, tim PLN telah terjun ke dua pembangkit tersebut untuk melakukan perbaikan bersama dengan tim internal dari IPP tersebut.
“Agar perbaikan dua PLTU besar ini bisa berjalan dengan cepat dan berjalan dengan lancar sehingga bisa pulih dan memasok listrik di sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” tuturnya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM membeberkan PLN kekurangan sekitar 20 juta ton stok batu bara untuk pembangkit tahun ini. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan PLN baru mengamankan 134 juta ton kontrak batu bara. Padahal, total kebutuhan batu bara PLN diproyeksikan mencapai 154 juta ton sampai akhir tahun.
“Jadi kemarin kan disampaikan kebutuhan PLN itu adalah 154 juta yang sudah dipenuhi berdasarkan kontrak 134 juta. Itu kekurangan 20 [juta ton] itu lagi diusahakan,” kata Yuliot kepada awak media di Kementerian ESDM, Rabu (17/6/2026).
Yuliot menegaskan kementeriannya telah melakukan evaluasi untuk kebutuhan batu bara PLN. “Sudah dilakukan evaluasi untuk seluruh kebutuhan PLN dan itu dipenuhi,” kata Yuliot.
Padam Bergilir
Belakangan, PLN menerapkan pemadaman bergilir di sebagian wilayah Pulau Jawa yang disebabkan karena gangguan teknis pada dua pembangkit besar.
Sebelumnya, PLN UP3 Serpong mengumumkan terjadi pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah di Serpong, Tangerang Selatan pada Sabtu (19/6/2026).
Pemadaman dijadwalkan dilakukan pada tiga tahap pada wilayah yang berbeda beda, antara lain; 08.00 WIB—11.00 WIB, 11.00 WIB—14.00 WIB, 14.00 WIB—17.00 WIB.
PLN UP3 menyatakan pemadaman bergilir dilakukan gegara terdapat kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik.
“Sehubungan dengan adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di beberapa lokasi,” tulis PLN UP3 Serpong, dalam pengumuman resminya.
Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, pemadaman bergilir juga terjadi di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Kondisi tersebut dilaporkan terjadi sejak pukul 08.58 WIB kemarin.
Selain itu, pemadaman bergilir juga dilaporkan terjadi di Cirebon, Jawa Barat. Berdasarkan keterangan PLN setempat kemarin, pemadaman terjadi gegara terdapat perbaikan jaringan tegangan menengah 20 kilovolt (kV) dan dijadwalkan berlangsung pukul 12.00 WIB hingga 15.00 WIB.
(naw)






























