Tekanan Geopolitik Bikin Pasar Obligasi Global Tak Kondusif
Redaksi
31 July 2026 12:04

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketidakpastian geopolitik dan perubahan risiko makro diperkirakan akan terus membayangi pasar obligasi dan memicu kelesuan aktivitas pasar obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS).
Konflik geopolitik yang kembali memanas setelah runtuhnya nota kesepahaman (MoU) di Timur Tengah, telah mengubah persepsi risiko investor. Bloomberg Intelligence memperkirakan bahwa aktivitas pasar obligasi primer Asia melemah.
Bloomberg mencatat, dalam dua pekan hingga 17 Juli, total penerbitan obligasi dolar di kawasan Asia hanya mencapai US$5,6 miliar, jauh di bawah rata-rata normal. Sementara, hampir tak ada penerbitan benchmark baru selain transaksi Vedanta senilai US$1,75 miliar.
Bahkan, penerbitan obligasi korporasi China hanya membukukan capaian senilai US$530 juta. Kondisi ini menunjukkan bahwa investor sepertinya lebih memilih menunggu daripada mengambil risiko baru.
Ekspektasi inflasi diperkirakan kembali meningkat seiring memudarnya optimisme pasca-MoU AS-Iran. Kondisi ini, menurut Bloomberg Intelligence, berpotensi mendorong kenaikan yield dasar (base yield) US Treasury. Kondisi tersebut akan menekan kinerja obligasi, meskipun durasi indeks relatif pendek, yakni sekitar 3,13 tahun.






























