Logo Bloomberg Technoz

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Mengekor Wall Street

Cahya Puteri Abdi Rabbi
31 July 2026 07:40

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (31/7/2026), ditopang reli Wall Street yang diperkirakan berlanjut ke bursa saham Asia.

Bursa saham Asia diproyeksikan dibuka menguat mengikuti reli indeks-indeks utama Wall Street setelah sejumlah data ekonomi terbaru Amerika Serikat (AS) meredam kekhawatiran pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih agresif dari perkiraan. Koreksi harga minyak juga menjadi sentimen positif bagi pasar kawasan. 

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada area support 6.100, setelah sebelumnya ditutup menguat 1,56% ke level 6.186 pada perdagangan Kamis (30/7/2026) kemarin.


"IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan menguji level 6.200-6.250 pada perdagangan hari ini," kata Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Jumat (31/7/2026).

Phintraco menilai peluang penguatan juga didukung oleh penurunan harga minyak, musim rilis kinerja emiten kuartal II 2026, serta maraknya aksi korporasi dinilai masih menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar.