Logo Bloomberg Technoz

IHSG Ditutup Menguat 1,56% Kala Bursa Asia Lesu

Muhammad Julian Fadli
30 July 2026 19:30

Pelajar memfoto layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pelajar memfoto layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melesat di zona hijau hingga penutupan perdagangan. Padahal Bursa Asia sedang bervariasi cenderung melemah tertekan sentimen konflik Timur Tengah yang memanas (lagi).

Pada Kamis (30/7/2026), IHSG ditutup di posisi 6.186. Menguat 1,56% dibanding hari sebelumnya.

IHSG Penutupan Sesi II pada Kamis 30 Juli 2026 (Bloomberg)

Posisi tertinggi IHSG hari ini menyentuh 6.186, sedang terendah sempat 6.106. Volume perdagangan sepanjang hari melibatkan 30,81 miliar saham. Dengan nilai perdagangan Rp12,93 triliun, dan frekuensi 1,75 juta kali. Sementara itu, indeks LQ45 menetap di posisi 618,857 dengan menguat 2% point–to–point.


Saham–saham konsumen non primer, saham konsumen primer, dan saham energi jadi yang tertinggi kenaikannya hari ini, menguat mencapai 2,25%, 2,12%, dan 1,87% masing–masing. Disusul oleh saham properti yang terapresiasi 1,86%.

Sebanyak–banyaknya 495 saham mengalami kenaikan, dan ada 158 saham melemah. Adapun 136 saham enggan melaju alias stagnan.