Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham Asia Fluktuatif Usai Keputusan Suku Bunga The Fed

News
30 July 2026 07:50

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder dan Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia bergerak fluktuatif antara penguatan dan pelemahan pada perdagangan Kamis (30/7) seiring makin meluasnya aksi jual saham sektor semikonduktor yang melanjutkan pelemahan pasar saham Amerika Serikat (AS). Di sisi lain, harga obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor panjang kembali melemah hingga mendorong imbal hasilnya (yield) ke level tertinggi dalam hampir dua dekade di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Indeks Kospi Korea Selatan menguat tipis 0,8% setelah pemerintah memperketat pembatasan pada produk leveraged ETF menyusul kejatuhan pasar pada hari Rabu. Saham Samsung Electronics Co melonjak setelah rilis kinerjanya melampaui estimasi pasar, sementara saham SK Hynix Inc justru melemah.


Aksi jual saham sektor cip makin memburuk di Wall Street dan menyeret indeks acuan semikonduktor merosot 5,3%. Indeks Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi resmi memasuki fase koreksi teknis, membawa penurunannya mencapai 11% dari rekor tertinggi sepanjang masa.

Sektor teknologi tetap menjadi fokus perhatian. Saham Microsoft Corp melonjak lebih dari 8% dalam perdagangan usai penutupan bursa setelah melaporkan pertumbuhan bisnis komputasi awan (cloud) tercepat dalam empat tahun. Sebaliknya, saham Meta Platforms Inc anjlok lebih dari 7% akibat proyeksi pendapatan tahun berjalan yang mengecewakan. Stabilitas pasar sedikit terangkat seiring kontrak berjangka (futures) indeks acuan Wall Street menguat lebih dari 0,3%.

Imbal hasil Treasury 30 Tahun. (Sumber: Bloomberg)