Logo Bloomberg Technoz

Serba-serbi El Niño 2026 & Dampaknya bagi Dunia hingga Indonesia

Muhammad Fikri
31 July 2026 10:25

Ilustrasi monitoring citra satelit cuaca El Nino. Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ilustrasi monitoring citra satelit cuaca El Nino. Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Fenomena iklim El Niño kembali menjadi perhatian para ilmuwan pada 2026. Sejumlah lembaga nasional maupun internasional memperingatkan pemanasan suhu muka laut di Samudra Pasifik yang menjadi ciri El Niño berpotensi memicu cuaca ekstrem, memperburuk kekeringan, mengganggu produksi pangan, hingga meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara.

Perkembangan terbaru menunjukkan peluang El Niño terus meningkat. Berdasarkan proyeksi terbaru World Economic Forum (WEF), dikutip Jumat (31/7/2026), peluang fenomena tersebut berkembang menjadi super El Niño mencapai 81% pada akhir 2026, sementara kemungkinan kondisi itu berlanjut hingga 2027 mencapai 97%.

Apabila proyeksi tersebut terwujud, El Niño tahun ini berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam beberapa dekade terakhir.


El Niño merupakan bagian dari fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) yang ditandai dengan menghangatnya suhu permukaan laut di kawasan tengah dan timur Samudra Pasifik tropis.

Perubahan tersebut memengaruhi sirkulasi atmosfer sehingga mengubah pola curah hujan di berbagai belahan dunia. Dampaknya berbeda di setiap wilayah, mulai dari kekeringan berkepanjangan, gelombang panas, hingga hujan ekstrem dan banjir.

Dianggap Bukan Sekadar Fenomena Cuaca