Bank Dunia Imbau RI Kelola Risiko Jangka Pendek Demi Jaga Ekonomi
Redaksi
14 June 2026 15:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - World Bank atau Bank Dunia menilai pemerintah Indonesia membutuhkan kebijakan pengelolaan risiko jangka pendek sekaligus meningkatkan produktivitas jangka panjang jika ingin mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Hal ini tercantum dalam laporan Bank Dunia terbarunya bertajuk 'Indonesia Economic Prospects' edisi Juni 2026.
"Indonesia menghadapi lingkungan eksternal yang lebih menantang, ruang fiskal yang semakin terbatas, dan hambatan terkait kualitas pekerjaan," demikian tercantum dalam laporan Bank Dunia, dikutip Minggu (14/6/2026).
Oleh karena itu, tantangan kebijakan yang dihadapi berlapis, antara lain: Menjaga stabilitas makroekonomi dan kepercayaan investor dalam jangka pendek, sembari mempercepat reformasi yang dapat meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kualitas lapangan kerja dalam jangka menengah.
Prioritas-prioritas ini selaras dengan tiga pilar yang dijelaskan dalam Laporan Pertumbuhan dan Lapangan Kerja Indonesia atau Country Growth and Jobs Report atau CGJR 2026. Ketiga pilar yang dimaksud ialah: Memperkuat fondasi infrastruktur melalui manajemen makroekonomi yang baik dan perluasan ruang fiskal.

























