Logo Bloomberg Technoz

Bank Dunia Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 5% Pada 2026

Redaksi
11 June 2026 15:00

Kantor pusat World Bank Group saat pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, DC, AS (Samuel Corum/Bloomberg)
Kantor pusat World Bank Group saat pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington, DC, AS (Samuel Corum/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - World Bank atau Bank Dunia memproyeksi ekonomi Indonesia pada 2026 hanya akan tumbuh 5%, seiring tekanan eksternal yang membebani investasi dan ekspor, sebelum kemudian naik menjadi 5,2% pada 2027-2028.

Berdasarkan laporan bertajuk 'Indonesia Economic Prospects' yang dirilis Bank Dunia pada Juni 2026, proyeksi tahun ini mencerminkan bahwa kinerjal kuartal pertama lebih kuat dibanding perkiraan. Hal ini juga menunjukkan bahwa terjadi konsentrasi pengeluaran publik pada awal tahun, alih-alih lingkungan eksternal atau penilaian risiko yang membaik.

"Konsumsi swasta diperkirakan terus tumbuh sekitar 5%, didukung oleh stimulus fiskal. Di sisi lain, konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan lebih tinggi, yakni 8,7%," demikian tercantum dalam laporan Bank Dunia, dikutip Kamis (11/6/2026).


Akan tetapi, menurut laporan tersebut, ketergantungan terhadap konsumsi publik sebagai penyangga pertumbuhan jangka pendek juga disertai risiko, mengingat ruang fiskal yang terbatas dan beban subsidi yang meningkat di tengah peraturan fiskal yang berlaku.

Skenario baseline ini mengasumsikan bahwa konflik di Timur Tengah masih akan terkendali, tetapi tetap berlanjut sepanjang tahun 2026. Gangguan terhadap pasar minyak dan disrupsi logistik membuat harga minyak mentah Brent tetap tinggi di kisaran US$94 per barel—atau US$24 di atas asumsi yang digunakan dalam APBN 2026.