Bank Dunia Soroti Tekanan Fiskal RI dan Momentum Reda
Mis Fransiska Dewi
11 June 2026 15:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - World Bank alias Bank Dunia memperkirakan ruang fiskal Indonesia akan tetap berada di bawah tekanan dalam beberapa tahun ke depan. Akan tetapi, penerimaan negara disebut menunjukkan perbaikan dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam laporan Bank Dunia terbarunya bertajuk 'Indonesia Economic Prospects' edisi Juni 2026, Bank Dunia memproyeksikan defisit anggaran bertahan dekat dengan batas maksimal yang diizinkan Undang-Undang seiring tingginya kebutuhan belanja untuk subsidi dan berbagai program prioritas pemerintah.
Bank Dunia memperkirakan defisit fiskal mencapai 2,8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026. Angka tersebut diproyeksikan tetap bertahan pada level yang sama pada 2027 sebelum turun tipis menjadi 2,7% pada 2028.
Menurut lembaga asal Amerika Serikat (AS) tersebut, tingginya defisit mencerminkan tekanan gabungan dari meningkatnya belanja subsidi dan kebutuhan pendanaan berbagai program prioritas pemerintah yang membutuhkan alokasi anggaran besar.
"Defisit fiskal tetap berada dekat dengan batas maksimum yang ditetapkan undang-undang dalam jangka menengah," tulis Bank Dunia dalam laporan tersebut, dikutip Kamis (11/6/2026).




























