Logo Bloomberg Technoz

Gugatan Baru OpenAI: ChatGPT Berperan dalam Kematian Seseorang

Merinda Faradianti
12 June 2026 19:40

ChatGPT diduga menjadi penyebab banyak anak-anak melakukan aksi bunuh diri. dok: Bloomberg
ChatGPT diduga menjadi penyebab banyak anak-anak melakukan aksi bunuh diri. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - OpenAI kembali menghadapi gugatan wrongful death (kematian akibat kelalaian) setelah seorang ibu asal Kanada menuduh ChatGPT gagal memberikan perlindungan yang memadai kepada putrinya yang mengalami krisis kesehatan mental. Gugatan diajukan oleh Kristie Carrier atas nama putrinya, Alice Carrier yang meninggal dunia akibat bunuh diri pada Juli 2025 lalu.

Dalam dokumen gugatan yang diajukan di pengadilan San Francisco, keluarga menuduh ChatGPT tidak hanya gagal menghentikan percakapan berisiko tinggi terkait bunuh diri, tetapi juga diduga memperkuat pola pikir yang mengarah pada tindakan tersebut, dikutip dari Engadget, Jumat (12/6/2026).

Menurut gugatan, Alice beberapa kali mengungkapkan pikiran bunuh diri kepada chatbot tersebut selama periode 2023 hingga 2024. Keluarga menilai sistem keamanan OpenAI tidak mampu mendeteksi atau mengeskalasi percakapan tersebut kepada mekanisme perlindungan yang lebih kuat.


Gugatan juga menyebut ChatGPT sempat mengambil peran layaknya teman dekat atau konselor, meski tidak memiliki kemampuan profesional untuk menangani kondisi psikologis yang serius.

Kuasa hukum keluarga menuduh keputusan desain OpenAI berkontribusi terhadap tragedi tersebut. Selain menuntut ganti rugi, mereka juga meminta pengadilan memerintahkan OpenAI menerapkan pagar pengaman (guardrails) yang lebih ketat untuk mencegah chatbot terlibat dalam percakapan yang berkaitan dengan bunuh diri atau tindakan melukai diri sendiri.