Logo Bloomberg Technoz

Roberts melanjutkan bahwa percobaan tersebut setidaknya pernah berhasil dilakukan satu kali. Dalam dokumen FBI, ia juga mengaku telah mengakses sistem pesawat Boeing 737, Boeing 757, dan Airbus A320 sebanyak 15 hingga 20 kali.

Pesawat American Airlines dan United Airlines di Terminal A Bandara Internasional Newark Liberty (EWR)./Bloomberg-Aristide Economopoulos

Kasus ini mencuat setelah Roberts mengunggah pesan X, saat berada dalam penerbangan United Airlines rute Denver-Chicago. Dalam unggahan tersebut ia bercanda akan meretas sistem pesawat yang sedang ditumpanginya.

Cuitan itu membuat pihak berwenang segera melakukan penyelidikan. Setelah pesawat mendarat dan melanjutkan penerbangan berikutnya, FBI memeriksa pesawat yang ditumpangi Roberts.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik menemukan SEB di bawah kursi 2A dan 2B yang ditempati Roberts dalam kondisi terbuka dan mengalami kerusakan. Beberapa hari kemudian, FBI menahan Roberts saat tiba di New York setelah melakukan perjalanan dari Chicago.

Selain menahan Roberts untuk pemeriksaan, FBI juga menyita sejumlah barang elektronik miliknya, termasuk laptop, hard disk, dan perangkat penyimpanan data lainnya. 

Meski demikian, klaim Roberts hingga kini masih menjadi perdebatan. Sejumlah maskapai, produsen pesawat, dan pakar keamanan penerbangan menyatakan tidak ada bukti kredibel yang menunjukkan sistem kendali penerbangan pesawat komersial dapat diakses melalui sistem hiburan penumpang.

Roberts sendiri kemudian menyatakan affidavit (surat pernyataan tertulis di bawah sumpah) FBI tidak sepenuhnya menggambarkan diskusi teknis yang pernah ia lakukan dengan penyidik. “Affidavit itu secara keliru merangkum lima tahun pembahasan hanya menjadi satu paragraf,” kata Roberts menanggapi dokumen FBI yang dipublikasikan ke publik. 

Hingga kini tidak pernah ada bukti publik yang menunjukkan seorang penumpang berhasil mengambil alih kendali pesawat komersial saat mengudara.

(mef/wep)

No more pages