Logo Bloomberg Technoz

Cetak Rekor, IPO SpaceX Raup Rp1.222 Triliun

Merinda Faradianti
12 June 2026 12:55

Ilustrasi Elon Musk (Bloomberg/Jasjyot Singh Hans)
Ilustrasi Elon Musk (Bloomberg/Jasjyot Singh Hans)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perusahaan roket penerbangan antariksa milik Elon Musk, SpaceX resmi mencetak sejarah dengan menghimpun dana US$75 miliar atau setara Rp1.222 triliun dalam penawaran saham perdana (IPO). Hal ini menjadikannya IPO terbesar sepanjang masa dan memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang perusahaan minyak Saudi Aramco, dikutip Jumat (12/6/2026).

Dalam laporan yang sama, SpaceX menjual 555,6 juta saham dengan harga US$135 per lembar, sehingga valuasi perusahaan mencapai sekitar US$1,77 triliun atau setara dengan Rp28.851 triliun. Angka tersebut langsung menempatkan SpaceX sebagai salah satu perusahaan publik paling bernilai di dunia.

Antusiasme investor terhadap IPO ini sangat tinggi, di mana permintaan saham dilaporkan jauh melebihi jumlah yang ditawarkan. Hal ini disebut-sebut mencerminkan optimisme pasar terhadap bisnis SpaceX yang mencakup peluncuran roket, layanan internet satelit Starlink, hingga kecerdasan buatan (AI) melalui xAI.

Peluncuran roket Falcon 9 milik SpaceX dari Pusat Antariksa Kennedy NASA. (Bloomberg)

Starlink menjadi salah satu motor utama pertumbuhan perusahaan Elon Musk. Layanan internet satelit tersebut kini memiliki lebih dari 10 juta pelanggan dan menyumbang sekitar 60% pendapatan SpaceX yang mencapai US$18,67 miliar atau Rp304 triliun pada tahun lalu.

Meski mencatat pertumbuhan pesat, SpaceX masih menghadapi tantangan profitabilitas. SpaceX membukukan rugi bersih sekitar US$4,94 miliar atau Rp80,5 triliun pada 2025 setelah sebelumnya mencetak laba pada 2024. Namun investor tetap menilai prospek jangka panjang perusahaan sangat besar, terutama dari pengembangan Starship, ekspansi Starlink, dan bisnis AI.