Bos BI Ungkap Alasan BI Rate Naik: Rupiah Lemah di Luar Prediksi
Mis Fransiska Dewi
09 June 2026 16:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan alasan bank sentral menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5% karena pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di luar dari prediksi bank sentral.
“Tentu saja waktu membuat keputusan itu kan ada proyeksi-proyeksi. Nah, setiap minggu, setiap hari Selasa, itu Bank Indonesia melakukan evaluasi pelaksanaannya gimana. Apakah proyeksi ini sejalan atau enggak. Dalam berbagai evaluasi hari ini kita melihat lho kok pelemahan rupiah melebihi yang kita proyeksikan dulu,” kata Perry ditemui di Kompleks Parlemen, Selasa (9/6/2026).
Perry menegaskan, sesuai Undang-undang dan praktik yang dilakukan bank sentral selama ini memang mengambil keputusan setiap dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan yakni seperti pada rapat 19-20 Mei 2026. Saat itu, BI menaikkan suku bunga acuan 50 bps.
Akan tetapi, setiap pekan atau pada Selasa bank sentral selalu melakukan evaluasi pelaksanaan keputusan tersebut.
Diketahui, pengambilan keputusan dalam RDG Bank Indonesia diatur dalam Pasal 43 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang telah beberapa kali diubah, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).




























