Sudah di Bawah Rp18.000/US$, Rupiah Terbaik di Asia Pagi Ini
Tim Riset Bloomberg Technoz
10 June 2026 09:18

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Rabu (10/6/2026) dengan penguatan 0,79% ke posisi Rp17.918/US$, melanjutkan penguatan yang terjadi kemarin. Tak lama berselang, apresiasi rupiah berubah menjadi 0,61% ke Rp17.949/US$ pada 09:12 WIB.
Penguatan rupiah bisa dibaca sebagai respons atas pengetatan moneter yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Suku bunga acuan naik 25 basis poin (bps) ke 5,5%.
BI juga melakukan berbagai upaya untuk memperkuat posisi rupiah terhadap dolar Amerik Serikat (AS). Misalnya, BI telah menaikkan imbal hasil di pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Kenaikan imbal hasil (yield) Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi 7,25% bertujuan untuk menarik minat investor. Selain itu, bersama Kementerian Keuangan, BI juga disebut melanjutkan aksi normalisasi kurva yield dengan menjual Surat Utang Negara (SUN) bertenor panjang.
"Kenaikan yield SUN masih berpotensi berlanjut setelah BI melakukan melakukan pre-emptive rate hike kemarin," sebut laporan Mega Capital Sekuritas, yang disusun oleh Lionel Priyadi (Fixed Income & Macro Strategist) dan Nanda Puput Rahmawati (Analis).





























