Logo Bloomberg Technoz

BI Rate Naik ke 5,5%, Rupiah Menguat Nyaris ke Bawah Rp18.000/US$

Redaksi
09 June 2026 13:08

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah berbalik menguat pada sesi perdagangan Selasa (9/6/2026) siang, setelah Bank Indonesia mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan dan memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan. 

Volatilitas rupiah hari ini mampu diredam setelah BI kembali mengerek suku bunga acuan BI Rate sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi 5,5%. Setelah pengumuman, rupiah menguat 0,2%, lalu penguatan berlanjut sebesar 0,44% ke posisi Rp18.090/US$ pada 12:54 WIB. 

Pergerakan rupiah hari Selasa (9/6/2026) siang, menguat seiring kenaikan BI Rate 25 bps ke 5,50%. (Bloomberg)

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan pemerintah," sebut BI dalam keterangannya. 


Sesuai Undang-undang dan praktik yang berjalan selama ini, BI setiap hari Selasa mengadakan RDG Mingguan untuk evaluasi pelaksanaan bauran kebijakan yang ditetapkan dalam RDG Bulanan. 

Dalam evaluasi sejak RDG Bulanan 19-20 Mei 2026, nilai tukar rupiah menunjukkan perkembangan yang lebih lemah dari yang diperkirakan.