Depresiasi nilai tukar rupiah juga jadi pemberat. Rupiah di pasar spot terus melemah hingga ada di Rp18.168 per dolar AS pada 8 Juni 2026.
Sejauh ini terdapat 10 emiten yang paling gencar dilepas oleh investor asing sepanjang 2026. Adapun investor asing paling banyak menjual saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp32 triliun lebih. Imbas tekanan jual yang amat masif itu, saham BBCA sepanjang tahun melemah 38,58% ke posisi Rp4.960/saham.
Berikut adalah daftar net sell investor asing sepanjang 2026 hingga 8 Juni:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp32,44 triliun
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp10,89 triliun
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp9,68 triliun
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp8,42 triliun
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp4,88 triliun
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp3,7 triliun
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp3,64 triliun
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp2,74 triliun
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp1,58 triliun
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp1,53 triliun
Biarpun begitu, tidak jarang saham mencatat aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing. Berikut saham dengan net buy terbesar sepanjang 2026:
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp2,31 triliun
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp2,15 triliun
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp2,11 triliun
- PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp1,9 triliun
- PT Astra International Tbk (ASII) Rp1,88 triliun
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp1,88 triliun
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp1,55 triliun
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp989,7 miliar
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp971,84 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp967,97 miliar
(fad/aji)
No more pages


























