Bursa Asia Bergerak Stabil Jelang Rilis Kinerja Raksasa Teknologi
News
21 July 2026 08:10

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia memperpanjang pelemahan tiga hari berturut-turut karena para pelaku pasar memilih bersikap hati-hati menjelang rilis laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa minggu ini. Di sisi lain, harga minyak terkoreksi tipis dari posisi penutupan tertingginya sejak pertengahan Juni usai eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran atas lonjakan inflasi.
Indeks MSCI Asia Pasifik bergerak cenderung datar. Penguatan pasar di Jepang—yang baru kembali beroperasi setelah libur nasional pada hari Senin (20/7)—berhasil menopang pelemahan di kawasan Asia lainnya. Sementara itu, indeks berjangka (futures) saham AS melemah 0,1%, kendati indeks saham sektor semikonduktor di AS sempat bangkit dari aksi lepas saham (selloff) pekan lalu.
Di pasar valuta asing, Dolar Kanada terpantau stabil usai pemerintahan Trump berjanji bakal mengenakan tarif baru sebesar 50% terhadap sejumlah komoditas asal negara tersebut. Mata uang Poundsterling Inggris juga tertahan pada level terendahnya dari sesi sebelumnya, setelah Perdana Menteri Inggris Andy Burnham secara mengejutkan menunjuk mantan Menteri Pertahanan John Healey sebagai Menteri Keuangan (Chancellor of the Exchequer) baru.
Minyak mentah jenis Brent terkikis 0,4% ke level US$88,86 per barel. Para pelaku pasar mewaspadai potensi gangguan terhadap ekspor Arab Saudi setelah kelompok Houthi mengancam akan memblokade rute ekspor utama di Laut Merah. Kecemasan bahwa lonjakan harga energi dapat mendongkrak inflasi pun memicu pelemahan di pasar obligasi pada sesi perdagangan sebelumnya.
































