Logo Bloomberg Technoz

"Kita tidak lagi melihat gencatan senjata yang rapuh, melainkan apa yang terjadi sekarang lebih mirip dengan konflik intensitas rendah," kata Chris Beauchamp, chief market analyst di IG. "Hal ini membuat isu vital terkait pasokan minyak menjadi tidak terselesaikan, dan waktu terus berjalan mendekati titik kritis bagi cadangan minyak serta ekonomi global."

Di Asia, yen bergerak di sekitar level 160 per dolar AS setelah Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda kembali menegaskan bahwa pembuat kebijakan perlu terus menaikkan suku bunga sesuai perkembangan ekonomi dan inflasi. Meskipun pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga pada 16 Juni, nada yang disampaikan tidak sejelas komentar yang mendahului dua kenaikan suku bunga BOJ sebelumnya.

“BOJ tampaknya berada di jalur yang tepat untuk menaikkan suku bunga pada Juni,” kata ahli strategi mata uang Nomura International Plc, Yusuke Miyairi. “Karena kenaikan suku bunga BOJ pada Juni sudah banyak diperhitungkan pasar, pidato Ueda tidak akan mengubah tren pasangan dolar-yen.”

Perhatian pasar juga tertuju pada kondisi pasar tenaga kerja AS setelah data menunjukkan perusahaan-perusahaan menambah jumlah pekerja terbanyak sejak Januari 2025, mengindikasikan momentum perekrutan masih kuat meskipun biaya energi meningkat. Jika dikonfirmasi oleh laporan ketenagakerjaan resmi pada Jumat, data tersebut dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed lebih mungkin menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Data tersebut membebani pasar obligasi AS, mendorong imbal hasil Treasury tenor 10 tahun naik lima basis poin menjadi 4,49%. Indeks dolar Bloomberg menguat 0,3%, sementara harga emas turun hingga 1,4% ke bawah US$4.430 per ons, mencapai level intraday terendah dalam hampir sepekan.

Investor akan kembali mencermati kondisi pasar tenaga kerja AS pada Kamis melalui data klaim tunjangan pengangguran mingguan, menjelang rilis laporan ketenagakerjaan bulanan pemerintah AS pada Jumat.

Gubernur Federal Reserve Bank Dallas, Lorie Logan, mengatakan para pembuat kebijakan mungkin perlu menaikkan suku bunga lagi tahun ini untuk membawa inflasi kembali ke target. Secara terpisah, Gubernur Federal Reserve Bank New York, John Williams, mengatakan kepada Yahoo Finance bahwa prospek arah suku bunga masih belum pasti.

“Jika data ekonomi AS terus memberikan kejutan positif, investor kemungkinan akan semakin mengekspresikan pandangan bahwa The Fed akan lebih agresif melalui penguatan kembali dolar AS, terutama terhadap mata uang dengan imbal hasil rendah atau nol seperti yen Jepang, serta terhadap komoditas seperti emas,” kata Fawad Razaqzada dari Forex.com.

(bbn)

No more pages