Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, mulai 2 Juni 2026, BI juga telah memberlakukan ketentuan threshold tunai pembelian valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi US$25.000 per pelaku per bulan. 

Selanjutnya, BI juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT) sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memitigasi risiko volatilitas nilai tukar. 

“Kerja sama tersebut telah terjalin dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab,” tuturnya. 

Pelemahan rupiah disebabkan oleh tekanan ganda. Pertama, rilisnya data ekonomi kemarin belum mampu menopang penguatan dan menghapus sentimen negatif yang selama ini membayangi rupiah.

Indonesia mencatatkan lonjakan inflasi menjadi 3,08% pada Mei. Inflasi periode Mei tak lagi hanya terjadi pada pangan, tetapi hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Kelompok makanan dan minuman naik 4,94%, transportasi 2,3%, restoran 2,24%, kesehatan 1,70%, pendidikan 1,15%, hingga perawatan pribadi mencapai 10,35%.

Di sisi lain, indeks PMI manufaktur keluaran S&P Global naik menjadi 50 dari sebelumnya 49,1 pada April, namun aktivitas manufaktur kemungkinan masih akan mengalami fluktuasi.

Potensi pemulihan kemungkinan akan terjadi secara bertahap setelah sempat melemah pada April lantaran ketidakpastian di Timur Tengah dan perlambatan aktivitas ekonomi setelah siklus Lebaran usai. 

Sementara, dari sisi eksternal posisi indeks dolar AS meski sempat terkoreksi namun masih berada di posisi tinggi di level 99,07. Begitu juga dengan harga minyak mentah dunia bertahan di level US$93,44 per barel.

Kombinasi ini memberikan tekanan ganda bagi rupiah. Ditambah data defisit ganda yang berasal dari pelebaran defisit fiskal dan neraca transaksi berjalan. 

BI mengumumkan Neraca Pembayaran Indonesia kuartal I-2026 yang tercatat defisit US$9,15 miliar. Jauh lebih dalam daripada defisit kuartal sebelumnya US$6,07 miliar.

Transaksi berjalan juga mencatat defisit sebesar US$4 miliar atau 1,1% terhadap Produk Domestik Bruto. Angka ini memburuk tajam dibandingkan kuartal sebelumnya yang masih surplus US$2,5 miliar. Artinya, dalam satu kuartal saja terjadi perubahan sekitar US$6,5 miliar. 

(ell)

No more pages