Logo Bloomberg Technoz

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, Investor Cermati Hasil RDG BI

Cahya Puteri Abdi Rabbi
21 July 2026 08:15

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan secara terbatas pada perdagangan hari ini, Selasa (21/7/2026), setelah ditutup naik 0,91% ke level 6.231,70 pada perdagangan hari sebelumnya. Pelaku pasar kini menantikan sejumlah agenda bank sentral, terutama hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda menyampaikan bahwa penguatan IHSG sebelumnya ditopang oleh kenaikan saham-saham perbankan dan konglomerasi, meski harga minyak dunia sempat melonjak di atas US$90/barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penguatan tersebut juga terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang cenderung bervariasi.

Reza menyebut, fokus utama pasar pekan ini adalah keputusan suku bunga Bank Indonesia. Konsensus memperkirakan BI Rate akan dipertahankan di level 5,75%.


"Selain keputusan suku bunga, investor akan menyoroti forward guidance Bank Indonesia (BI) terkait stabilitas rupiah, inflasi, dan prospek arus modal asing," kata Reza dalam risetnya pada Selasa (21/7/2026).

Dari eksternal, pasar juga akan mencermati keputusan Loan Prime Rate (LPR) China, kebijakan suku bunga European Central Bank (ECB), serta rilis data perdagangan dan inflasi Jepang yang berpotensi memengaruhi sentimen global.