Logo Bloomberg Technoz

Perbedaan harga yang lebih besar juga ditemukan pada obat untuk pengobatan hepatitis C. Budi mengungkapkan harga Daclatasvir (DAC) di Indonesia mencapai sekitar US$152, sedangkan harga globalnya hanya sekitar US$24.

Sementara itu, kombinasi obat Sofosbuvir dan Velpatasvir yang digunakan untuk terapi hepatitis C dijual sekitar US$1.100 di Indonesia. Angka tersebut jauh di atas harga pasar global yang berada di kisaran US$174.

Menurut Budi, tingginya harga obat tersebut terjadi meskipun pemerintah telah menjalin kerja sama dengan organisasi internasional yang mengelola lisensi paten obat untuk memperluas akses terhadap obat generik yang lebih murah.

“Padahal kita sudah kerja sama dengan Medicine Patent Pool agar patennya sudah digeser ke kita, dan generiknya ini beberapa juga sudah ada,” kata dia.

Karena itu, Kementerian Kesehatan akan terus melakukan negosiasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan harga obat, terutama bagi penyakit yang membutuhkan terapi jangka panjang. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.

“Kita harus negosiasi agar harga obatnya ini bisa turun. Sehingga orang-orang yang harus minum pengobatan karena treatment itu bisa jauh lebih murah,” ujar Budi.

Pemerintah berharap upaya penurunan harga obat dapat memperluas akses layanan kesehatan dan memastikan pasien memperoleh pengobatan yang dibutuhkan tanpa terkendala biaya yang terlalu tinggi.

(dec)

No more pages