Logo Bloomberg Technoz

Dua Profesi yang Bakal Bertahan di Era Kecerdasan Buatan (AI)

Muhammad Fikri
21 July 2026 09:38

Ilustrasi perkembangan Ai mengubah tatanann dunia pekerjaan manusia. (Envato)
Ilustrasi perkembangan Ai mengubah tatanann dunia pekerjaan manusia. (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diperkirakan akan mengubah peta pasar tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan.

Di tengah kekhawatiran tersebut, CEO Palantir Technologies Alex Karp menilai hanya dua kelompok pekerja yang memiliki peluang besar untuk tetap bertahan di era AI, yakni pekerja dengan keterampilan vokasi dan individu neurodivergent.

Mengutip laporan Newsweek, Selasa (21/7/2026), yang mengacu pada wawancara Karp dengan Fortune, pekerja dengan keterampilan praktis atau hands-on seperti teknisi, mekanik, tukang listrik, hingga profesi yang mengandalkan pekerjaan fisik, dinilai lebih sulit digantikan oleh AI dibanding pekerjaan administratif maupun berbasis pengetahuan.


Selain itu, Karp menilai individu neurodivergent—yakni mereka yang memiliki cara berpikir berbeda seperti penyandang autisme, ADHD, atau disleksia—memiliki keunggulan karena mampu menghadirkan pendekatan dan pola pikir yang tidak konvensional dalam menyelesaikan persoalan.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai dampak AI terhadap lapangan kerja. Laporan Senat Amerika Serikat pada Oktober 2025 memperkirakan perkembangan teknologi, termasuk AI, berpotensi menghilangkan hampir 100 juta pekerjaan di Amerika Serikat dalam satu dekade.