Maman UMKM: Genjot Kredit Tanpa Perkuat Pasar Berisiko Picu NPL
Pramesti Regita Cindy
21 July 2026 10:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebut pertumbuhan penyaluran kredit kepada pelaku usaha UMKM tidak dapat didorong secara agresif tanpa dibarengi dengan penguatan akses pasar.
Menurutnya, peningkatan pembiayaan tanpa diimbangi kemampuan pelaku usaha menjual produknya justru berisiko meningkatkan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).
Hal ini merespons data pertumbuhan kredit UMKM yang masih berada di bawah 1% secara tahunan. Maman bahkan menyatakan penyaluran kredit UMKM secara nominal meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai catatan saja, pada Maret 2026 ini saja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa pertumbuhan kredit UMKM hanya mencapai sebesar 0,12% ke angka Rp1.498,64 triliun secara year-on-year setelah sebelumnya sempat mengalami kontraksi sebesar 0,56% secara yoy di bulan Februari.
"Kalau pertumbuhan kredit terhadap UMKM setiap tahun naik. Sebagai contoh tahun ini kurang lebih angkanya di sekitar 1.670-an T, hampir mendekati 1.700 triliunan. Satu itu. Yang kedua kalau dikomparasi dengan tahun kemarin cukup signifikan," kata Maman usai Taklimat Presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026) malam.
































