Untuk Pulau Jawa, inflasi tertinggi berada di provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah yang masing-masing mencatat inflasi sebesar 0,28%; 0,24%; dan 0,23%. Sementara, inflasi terendah dicatatkan oleh Provinsi Banten yang hanya tumbuh sebesar 0,1%.
Kemudian, untuk inflasi tertinggi di Pulau Sulawesi berada di Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 0,92%. Sementara, deflasi terdalam berada di Gorontalo sebesar 0,96%.
Untuk Pulau Bali-Nusra, provinsi Bali mencatat inflasi tertinggi mencapai 0,42%, sementara deflasi terdalam di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sebesar 0,26%.
Adapun di Pulau Kalimantan inflasi tertinggi terjadi di Kalimantan Tengah sebesar 0,34% dan inflasi terendah di Kalimantan Timur sebesar 0,17%.
Sementara, untuk Pulau Maluku-Papua, inflasi tertinggi berada di Provinsi Maluku yang sebesar 0,93%. Sementara, deflasi terdalam di Papua yang sebesar 0,68%.
Secara total, laju inflasi pada Mei 2026 tercatat 3,08% secara tahunan (year-on-year/yoy). IHK dari 108,07 pada Mei 2025 menjadi 111,4 pada Mei 2026.
Angka ini jauh lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi Mei 2026 hanya akan mencapai 2,94% (yoy). Angka itu juga lebih tinggi ketimbang realisasi inflasi pada April yang sebesar 2,42%.
"Komoditas dengan andil inflasi terbesar ialah ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, sigaret kretek mesin, dan cabai merah," kata Pudji.
(mfd/ell)























