Logo Bloomberg Technoz

Dampak Harga Minyak yang Kini Tembus US$90/Barel

Redaksi
20 July 2026 12:33

Ilustrasi inflasi (Diolah)
Ilustrasi inflasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Risiko inflasi global kembali meninggi. Kenaikan harga minyak mentah yang menyentuh US$90 per barel, berpotensi kembali mendorong harga bahan bakar, dan menekan harga pada berbagai bahan baku, termasuk pupuk dan plastik, serta biaya pengiriman (logistik).

Kondisi ini juga dapat diperparah dengan lonjakan harga pangan akibat fenomena El Niño, yang diperkirakan akan mendorong inflasi tetap tinggi, khususnya bagi negara-negara berkembang, 

Menurut Bloomberg Economics, dalam skenario dasar, konflik berkepanjangan dengan intensitas rendah antara Iran dan Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan membuat harga minyak Brent tetap berada di atas US$80 per barel pada kuartal III-2026. 


"Dengan asumsi tersebut, kami memperkiraan inflasi global akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya di sekitar 4,5% pada kuartal IV-2026, naik dari 3,1% pada kuartal IV-2025," sebut Scott Johnson, Analis Bloomberg, dalam catatannya. 

Di sisi lain, eskalasi konflik yang terjadi di Selat Hormuz juga mengancam lonjakan harga pangan, sebab selat tersebut merupakan jalur utama ekspor urea yang jadi komponen vital bagi produksi pangan global.