Logo Bloomberg Technoz

Dominasi Mobil Jepang Akan Diuji Gempuran EV di 3 Tahun ke Depan

Pramesti Regita Cindy
18 July 2026 20:30

EV Xiaomi Terbaru YU7, Oase. dok: Linda Lew/Bloomberg
EV Xiaomi Terbaru YU7, Oase. dok: Linda Lew/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pakar otomotif menilai dua hingga tiga tahun mendatang akan menjadi periode krusial yang menentukan apakah pabrikan Jepang mampu mempertahankan posisinya di tengah gempuran produsen kendaraan baterai listrik (battery electric vehicle/BEV), khususnya asal China. 

Sebab kata Pakar Otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu tekanan terhadap dominasi mobil konvensional merek Jepang semakin besar seiring agresivitas produsen China yang menawarkan kendaraan bermesin konvensional (ICE), hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga kendaraan listrik murni (BEV) dengan teknologi lebih modern dan harga yang kompetitif.

"Jadi 2 hingga 3 tahun ke depan tampaknya akan menjadi periode yang sangat menentukan bagi pabrikan Jepang dalam menjaga dominasinya di pasar otomotif Indonesia," kata Yannes kepada Bloomberg Technoz, dikutip Sabtu (18/7/2026). 


Yannes juga mengingatkan tantangan utama pabrikan Jepang kini bukan lagi perihal menghadirkan produk EV baru, melainkan mampu bersaing dari sisi harga, teknologi, dan kecepatan inovasi dengan produsen China yang dinilai bergerak lebih agresif.

"Jika transisi berjalan terlalu lambat sementara kompetitor Jepang tersebut terus mempercepat inovasi dan efisiensi biaya, persaingan di segmen volume akan semakin ketat," ujarnya.